Tak tau diri.
Mungkin kata ini sangat cocok untuk ku yang saat ini. Memperjuangkan yang tak mau di perjuangkan, ya begitu lah kira y, aku tau aku tak sempurna, aku hanya pemuda sederhana yang lahir daribkeluarga yang sederhana juga, tak ada 1 pun yang dapat ku banggakan baik dari fisik ku atau pun harta ku. Ya ini lah aku, yang apa adanya. Namun aku sangat bersyukur dengan keadaan ku yang seperti saat ini, biar lah perjuangan ku di mata orang sangat hina tak apa, ini lah perjuangan ku, ya mungkin untuk saat ini kau pun juga menganggap ku seperti yang lain juga tak pa, aku sadar akan hal itu. Ini perjuangan ku, aku berjuang untuk bertahan hidup, aku berjuang juga untuk masa depan, aku berjuang juga untuk keluarga, dan aku berjuang juga untuk kerja ku untuk orang2 yang ku bina.
Terlepas dari itu, ada salam sisi lain aku berjuang untuk mu, berjuang memahami mu, dan berjuang untuk mendapatkan mu, ya itu memang tak mudah, sangat tidak mudah, mungkin perhatian saja tidak cukup. Namun saat ini ku harap kau juga tau akan situasi dan kondisi ku saat ini " harapan kecil ku". Tak apa, di anggap remeh, mustahil dan serasa tidak mungkin. Tak ada salah y bukan kalo berusaha.๐.
Di usia ku yang saat ini menginjak 25, bukan perkara mudah untuk menyepelekqn sebuah persoalan. Harus matang dan harus lebih jeli. Bukan sekedar pemikiran dan angan2 semata. Masalah rezeki memang sudah ada yang mengatur, masalah jodoh juga sudah di atur, maut pun juga sudah di tentukan.
Ini lah niat dalam hati untuk memperbaiki diri, memperbaiki hidup, dan memperbaiki sikap untuk diri sendiri maupun orang di sekitar. Ya tah mudah memang, tapi patut di coba bukan.๐๐๐.
Masalah hati, memang di uaia ku saat ini bukan hanya sekedr untuk main2, tapi bagaimana memikirkan untuk masa depan dan bagaimana untuk kedepan y.๐๐☝๐.
Memiliki rasa dengan lawan jenis adalah hal yang normal bukan, apa lagi di usiaku yang buoan di katakan remaja lagi๐ ๐ .
Sembari memperbaiki diri, dan kualitas hidup, tak salah kn jika di selingi memikirkan pasangan hidup yg mau dan sedia menemani mu di kala susah maupun senng nanti, ya memang semua y tak semudah pemikiran dan angan2 yang ada dalam benak ini. Semua memang butuh proses, perjuangan bahkan juga sebuah pengorbanan, tak lantas hanya untuk masa depan.
Kurang lebih 1 tahun berlalu, aku mengenal seorang wanita yang diam2 aku memendam rasa dengan y, awal y memang kami saling terbuka saling cerita satu sama lain dengan y. Berjalan y waktu, entah kenapa ada permasalahan timbul di antara kami, beberapa wktu sempat tak ada komunikasi denga y, ku branikan diri untuk berkomunikasi dengan y. Memang sebelum y kami saling bercerita sebelum memang lepas kontak dengan y, dia menceritakan kalo dia di hadapkan dengan suatu kondisi yang memang sulit untuk memilih antara aku atau dia" seseorang yang pernah dekat sengan nya". Lalu lanjut cerita dia di jodohkan denagn lelaki yang semua keluarga dan orang oun audah tau tentang kedekatan y di waktu itu. Sempat panik dan mau marah, tapi apa daya ku, aku tulus menyayangi nya dan mencintai y. Dan kamu memilih pun dia.
Aku hanya bisa tersenyum, tak kala aku hanya bisa diam saat dia bercerita tentang y. Aku memang sayan denga nya, namun aku jugavtak akan memaksakan ego ku untuk memiliki mu. Cinta memang tak bisa di paksakan. Itu lah yg ku alami saat itu. Merelakan dan melepaskan orang yang kita sayangi untuknorang lain demi kebahagiaan orang yang kita sayangi. Semenjak itu aku lepas kontak dengan ny, berharap bisa merelakan dan melepaskan y. Sebab sebelum itu aku juga merelakan seseorang yang sudah menentukan untuk hari pernikahan, namun dia memilih orang lain dan lagi2 aku di tinggalkan.
Beberapa blan berlalu, entah knapa rasa dalam dada ini tak mau hilang. Sasa sayang itu tak mau lepas dari hati ini,. Ku beranikan diri untuk menghubungi y. Tak ada niat untuk ku mennggaggu hubungan dengan antara mereka. Sepengetahuan ku mereka juga kata y akan menihah dalam waktu dekat sebbelim aku lepas kontak dengan y. Ku sapa dia di sosil media melalui inbox.
*hy,...? Apa kabar mu..? *
Tak lama selng beberapa menit ia membalas chatu,
*Iya, aku baik..*
Lanjut lah kami cerita panjang di sosmed di waktu itu.
Selang tak brapa lama ku tanyakan lah dengan y. "bukan maksud untuk ikut campur tentang masalh pribadi y, namun haya ingin tau keberlanjutan hubungan ntara mereka, hanya itu saja, tak kurang dan tak lebih."
Lantas dia menelfon ku, lanjut cerita melelui telfon.
Di telfon dia menceritakan semua y, sengan nada yang sedih ia menceritakn semua tentang y kepadaku. Aku hanya bisa terdiam mendengar semua keluh kesah y, tak sadar dari mata ini meneteskan air mata, aku haya bisa mendengr tapi tak sanggup membrikan solusi, hanya nasehat2 ringan dan sepatah dua patah kata semangat untuk nya.
Semenjak itu, hingga saat ini aku dan dia masih berkomunikasi, canda tawa, bahkan lelucon gating sering kami lontarkan satu sama lain, haya sekedar menghibur diri.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, namun dalam diam rasaku tah kunjung hilang, malah semakin menjadi. Namun aku sembunyikan rasa ini dari nya. Sesekali sepat terlontar kata kangen, rindu terhadap y. Namun aku tau, tak sepantas y lagi aku berkata seperti itu terhadap y, ya aku harus sadar akan hal itu. Aku juga tak tau bagai mana rasa y dia denga ku, apa kah masih sama dengan dia yang dulu atau tidak. Aku memperlakukan dia seperti dulu, mungkin lebih dari yang dlu. Namun aku tak mengharapkan balasan apapun dari dia. Mencari perhatian y, atau pun yang sejenisnya. Semuabyangbkublakukan tulus tampa mengharapkan imbalan apapun dari y. Aku hanya ingin melihat dia bisa bagahia tertawa, teresnyum.
Melihat dia tersenyum, tertawa , dan dia bagagia adalah kebahagiaan tersendiri untuk ku.
Biarlah dalam diam aku menyayangi mu, biarlah perilaku ku dan perbuatan ku dan sikapku bisa membuat mu merasa nyaman, sampai nanti aku bisa melihat mu bahagia dengan orang yang bisa membuat mu bahagia melebihi aku. Selagi kau belum menemukan y, aku akan selalu ada untuk mu, selagi ruh dan jasad ini masih bersatu.
Selama ruh dan jasad ku bersatu, aku akan selalu ada untuk mu, jangan kau tanyakan mengap, kenapa, namun jalani saja. Mungkin ini cara ku mencintai mu dan menyayangi mu. Setelah kau menemukan lelaki mu barulah aku akan menghilang dari kehidupan mu. Dari keseharian mu. Tenag saja, aku tau resiko apa yang akan ku hadapi, itu semua sudah ku persiapkan di jauh2 hari sejak kau ceritakan kisah mu dengan y kepadaku.
Trimakasih, kau masih mau mempercaya i ku, masih mau mendengarkan cerita2 dan keluh kesah ku. ๐๐
Jangan bersedih, dalam tak sadar mu aku akan selalu ada untuk mu. Dan dalam diam ku aku selalu menyayangi mu.
.
.
Teruntuk Mu, "*M-A*"๐๐
Mungkin kata ini sangat cocok untuk ku yang saat ini. Memperjuangkan yang tak mau di perjuangkan, ya begitu lah kira y, aku tau aku tak sempurna, aku hanya pemuda sederhana yang lahir daribkeluarga yang sederhana juga, tak ada 1 pun yang dapat ku banggakan baik dari fisik ku atau pun harta ku. Ya ini lah aku, yang apa adanya. Namun aku sangat bersyukur dengan keadaan ku yang seperti saat ini, biar lah perjuangan ku di mata orang sangat hina tak apa, ini lah perjuangan ku, ya mungkin untuk saat ini kau pun juga menganggap ku seperti yang lain juga tak pa, aku sadar akan hal itu. Ini perjuangan ku, aku berjuang untuk bertahan hidup, aku berjuang juga untuk masa depan, aku berjuang juga untuk keluarga, dan aku berjuang juga untuk kerja ku untuk orang2 yang ku bina.
Terlepas dari itu, ada salam sisi lain aku berjuang untuk mu, berjuang memahami mu, dan berjuang untuk mendapatkan mu, ya itu memang tak mudah, sangat tidak mudah, mungkin perhatian saja tidak cukup. Namun saat ini ku harap kau juga tau akan situasi dan kondisi ku saat ini " harapan kecil ku". Tak apa, di anggap remeh, mustahil dan serasa tidak mungkin. Tak ada salah y bukan kalo berusaha.๐.
Di usia ku yang saat ini menginjak 25, bukan perkara mudah untuk menyepelekqn sebuah persoalan. Harus matang dan harus lebih jeli. Bukan sekedar pemikiran dan angan2 semata. Masalah rezeki memang sudah ada yang mengatur, masalah jodoh juga sudah di atur, maut pun juga sudah di tentukan.
Ini lah niat dalam hati untuk memperbaiki diri, memperbaiki hidup, dan memperbaiki sikap untuk diri sendiri maupun orang di sekitar. Ya tah mudah memang, tapi patut di coba bukan.๐๐๐.
Masalah hati, memang di uaia ku saat ini bukan hanya sekedr untuk main2, tapi bagaimana memikirkan untuk masa depan dan bagaimana untuk kedepan y.๐๐☝๐.
Memiliki rasa dengan lawan jenis adalah hal yang normal bukan, apa lagi di usiaku yang buoan di katakan remaja lagi๐ ๐ .
Sembari memperbaiki diri, dan kualitas hidup, tak salah kn jika di selingi memikirkan pasangan hidup yg mau dan sedia menemani mu di kala susah maupun senng nanti, ya memang semua y tak semudah pemikiran dan angan2 yang ada dalam benak ini. Semua memang butuh proses, perjuangan bahkan juga sebuah pengorbanan, tak lantas hanya untuk masa depan.
Kurang lebih 1 tahun berlalu, aku mengenal seorang wanita yang diam2 aku memendam rasa dengan y, awal y memang kami saling terbuka saling cerita satu sama lain dengan y. Berjalan y waktu, entah kenapa ada permasalahan timbul di antara kami, beberapa wktu sempat tak ada komunikasi denga y, ku branikan diri untuk berkomunikasi dengan y. Memang sebelum y kami saling bercerita sebelum memang lepas kontak dengan y, dia menceritakan kalo dia di hadapkan dengan suatu kondisi yang memang sulit untuk memilih antara aku atau dia" seseorang yang pernah dekat sengan nya". Lalu lanjut cerita dia di jodohkan denagn lelaki yang semua keluarga dan orang oun audah tau tentang kedekatan y di waktu itu. Sempat panik dan mau marah, tapi apa daya ku, aku tulus menyayangi nya dan mencintai y. Dan kamu memilih pun dia.
Aku hanya bisa tersenyum, tak kala aku hanya bisa diam saat dia bercerita tentang y. Aku memang sayan denga nya, namun aku jugavtak akan memaksakan ego ku untuk memiliki mu. Cinta memang tak bisa di paksakan. Itu lah yg ku alami saat itu. Merelakan dan melepaskan orang yang kita sayangi untuknorang lain demi kebahagiaan orang yang kita sayangi. Semenjak itu aku lepas kontak dengan ny, berharap bisa merelakan dan melepaskan y. Sebab sebelum itu aku juga merelakan seseorang yang sudah menentukan untuk hari pernikahan, namun dia memilih orang lain dan lagi2 aku di tinggalkan.
Beberapa blan berlalu, entah knapa rasa dalam dada ini tak mau hilang. Sasa sayang itu tak mau lepas dari hati ini,. Ku beranikan diri untuk menghubungi y. Tak ada niat untuk ku mennggaggu hubungan dengan antara mereka. Sepengetahuan ku mereka juga kata y akan menihah dalam waktu dekat sebbelim aku lepas kontak dengan y. Ku sapa dia di sosil media melalui inbox.
*hy,...? Apa kabar mu..? *
Tak lama selng beberapa menit ia membalas chatu,
*Iya, aku baik..*
Lanjut lah kami cerita panjang di sosmed di waktu itu.
Selang tak brapa lama ku tanyakan lah dengan y. "bukan maksud untuk ikut campur tentang masalh pribadi y, namun haya ingin tau keberlanjutan hubungan ntara mereka, hanya itu saja, tak kurang dan tak lebih."
Lantas dia menelfon ku, lanjut cerita melelui telfon.
Di telfon dia menceritakan semua y, sengan nada yang sedih ia menceritakn semua tentang y kepadaku. Aku hanya bisa terdiam mendengar semua keluh kesah y, tak sadar dari mata ini meneteskan air mata, aku haya bisa mendengr tapi tak sanggup membrikan solusi, hanya nasehat2 ringan dan sepatah dua patah kata semangat untuk nya.
Semenjak itu, hingga saat ini aku dan dia masih berkomunikasi, canda tawa, bahkan lelucon gating sering kami lontarkan satu sama lain, haya sekedar menghibur diri.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, namun dalam diam rasaku tah kunjung hilang, malah semakin menjadi. Namun aku sembunyikan rasa ini dari nya. Sesekali sepat terlontar kata kangen, rindu terhadap y. Namun aku tau, tak sepantas y lagi aku berkata seperti itu terhadap y, ya aku harus sadar akan hal itu. Aku juga tak tau bagai mana rasa y dia denga ku, apa kah masih sama dengan dia yang dulu atau tidak. Aku memperlakukan dia seperti dulu, mungkin lebih dari yang dlu. Namun aku tak mengharapkan balasan apapun dari dia. Mencari perhatian y, atau pun yang sejenisnya. Semuabyangbkublakukan tulus tampa mengharapkan imbalan apapun dari y. Aku hanya ingin melihat dia bisa bagahia tertawa, teresnyum.
Melihat dia tersenyum, tertawa , dan dia bagagia adalah kebahagiaan tersendiri untuk ku.
Biarlah dalam diam aku menyayangi mu, biarlah perilaku ku dan perbuatan ku dan sikapku bisa membuat mu merasa nyaman, sampai nanti aku bisa melihat mu bahagia dengan orang yang bisa membuat mu bahagia melebihi aku. Selagi kau belum menemukan y, aku akan selalu ada untuk mu, selagi ruh dan jasad ini masih bersatu.
Selama ruh dan jasad ku bersatu, aku akan selalu ada untuk mu, jangan kau tanyakan mengap, kenapa, namun jalani saja. Mungkin ini cara ku mencintai mu dan menyayangi mu. Setelah kau menemukan lelaki mu barulah aku akan menghilang dari kehidupan mu. Dari keseharian mu. Tenag saja, aku tau resiko apa yang akan ku hadapi, itu semua sudah ku persiapkan di jauh2 hari sejak kau ceritakan kisah mu dengan y kepadaku.
Trimakasih, kau masih mau mempercaya i ku, masih mau mendengarkan cerita2 dan keluh kesah ku. ๐๐
Jangan bersedih, dalam tak sadar mu aku akan selalu ada untuk mu. Dan dalam diam ku aku selalu menyayangi mu.
.
.
Teruntuk Mu, "*M-A*"๐๐
Tidak ada komentar:
Posting Komentar